Siklus Menstruasi Itu Apa Sih? Ini Dia Jawabannya

Satu masa haid rata-ratanya itu akan berlangsung antara 3 – 7 hari. Namun yang jadi pertanyaannya, apa sih yang dimaksud dengan siklus menstruasi? Siklus menstruasi ini merupakan rentang waktu mulai dari hari pertama haid, sampai hari pertama haid pada bulan berikutnya. Pada umumnya, siklus menstruasi normal itu akan terjadi setiap 28 hari sekali. Namun, ada juga sebagian dari wanita yang mengalaminya pada setiap 21 – 35 hari. Perhitungan tersebut masih termasuk kedalam kategori normal. Adapun mengenai cara menghitung siklus menstruasi yang diambil mulai dari hari pertama darah menstruasi keluar pada bulan ini. Biasanya, darah yang keluar tersebut berwarna merah kecokelatan, yang kerap terjadi beberapa hari menjelang haid, namun tidak termasuk ke dalam siklus menstruasi anda.

Contohnya, misalkan hari pertama haid anda itu terjadi pada tanggal 15 Agustus, dan anda pun harus mencatatnya di kalender. Setelah itu tunggu hingga menstruasi anda berakhir. Saat memasuki haid bulan berikutnya (misalkan 12 Spetember), anda juga jangan lupa untuk mencatat kembali tanggalnya. Kemudian hitung rentang waktu antara hari pertama menstruasi sebelumnya (tanggal 15 Agustus), sampai satu hari sebelum menstruasi anda berikutnya (tanggal 11 September). Jangan menghitung sampai tanggal 12, dikarenakan hari itu anda sudah tidak mengalami haid lagi, sehingga hal itu akan terhitung ke dalam siklus haid selanjutnya. Setelah dihitung dari tanggal 15 Agustus sampai 11 September yang berjarak 28 hari, itu artinya siklus haid anda akan terjadi per 28 hari sekali. Adapun mengenai fase-fase siklus menstruasi seperti di bawah ini :

  1. Fase Pertama

Pada fase pertama, ini umumnya akan terjadi selama 3 – 7 hari, dimana lapisan dinding rahim luruh akan menjadi darah menstruasi. Tak hanya itu, volume darah yang keluar selama masa menstruasi akan jauh lebih banyak, yakni berkisar antara 30 – 40 ml pada setiap siklusnya. Di hari pertama dan ketiga, maka darah menstruasi yang keluar biasanya jauh lebih banyak dari sebelumnya. Kondisi ini juga akan disertai dengan nyeri pada bagian panggul (perut bagian bawah), kaki, dan punggung.

  1. Fase Kedua – Pra Ovulasi dan Ovulasi

Pada fase kedua atau fase pra ovulasi, biasanya lapisan dinding rahim yang sempat luruh sudah mulai menebal kembali dengan sendirinya. Lapisan dinding rahim tersebut cukup tipis, sehingga sperma bisa menembusnya dengan sangat mudah yang berlangsung bertahan selama 3 – 5 hari. Proses penebalan dinding rahim itu sendiri dipicu oleh peningkatan hormone.

Tak hanya itu saja, banyak wanita yang beranggapan bahwa ovulasi itu akan terjadi pada hari ke-14 setelah siklus pertama. Padahal, masa ovulasi pada setiap wanita tidaklah sama yang tergantung dari siklus menstruasi masing-masing, serta adanya beberapa faktor seperti penurunan berat badan, sakit, diet, stress, dan olahraga.

  1. Fase Ketiga – Pra Menstruasi

Memasuki fase ketiga ini, biasanya lapisan dinding rahim sudah semakin menebal. Mengapa bisa demikian? Sebab, hal itu dikarenakan hormone folikel yang telah pecah dan mengeluarkan sel telur, sehingga dapat membentuk korpos luteum yang kemudian memproduksi hormone progesterone dan membuat lapisan dinding rahim menjadi lebih tebal lagi dari sebelumnya.

Demikianlah ulasan singkat mengenai pengertian siklus menstruasi, yang semoga saja bisa kalian jadikan pembelajaran dan pengetahuan. Bagi yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, sebaiknya periksakan diri kalian ke dokter kandungan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *